Apa itu BMT dan TCT?

Apa itu BMT dan TCT?

Sebagai penjual produk-produk metal (Genteng, Spandek, Baja Ringan), seringkali kita dihadapkan dengan pertanyaan “Berapa ketebalan Full-nya ?” Ketebalan tersebut tentunya berpengaruh terhadap harga, dimana harga yang diberikan biasanya dalam TCT tetapi dalam hal project dan aplikasi biasanya yang dibicarakan ketebalan full-nya (BMT).

Dikarenakan hal tersebut maka perlu diketahui bersama sebelum menawarkan kepada customer. Ada 3 jenis penyebutan ketebalan pada coil, yaitu: BMT, TCT dan satu lagi yang jarang digunakan yaitu TCC.

  1. BMT

BMT singkatan dari Base Metal Thickness yaitu ketebalan dasar baja Cold Roll Coil (CRC) sebelum dilapisi unsur alumunium, resin dan warna.

  1. TCT

TCT singkatan dari Total Coating Thickness yaitu ketebalan baja setelah di beri lapisan Coating (biasanya bertambah 0.02 – 0.03 mm) dari BMT, sehingga ketika di sigmat tebal 0.25 BMT akan menghasilkan 0.27 – 0.28 mm.

  1. TCC

TCC singkatan dari Total Coating Colour yaitu ketebalan baja setelah di beri lapisan coating dan warna (biasanya bertambah 0.01 – 0.02 mm) dari TCT, sehingga ketika di sigmat tebal 0.25 BMT akan menghasilkan 0.28 – 0.30 mm, namun istilah TCC jarang digunakan dan tetap menggunakan istilah TCT untuk material warna.

Tetapi umum-nya di pasaran Indonesia dari tebal BMT akan di up 0.05 mm ketika dijual di pasaran. Di pasar retail ini tidak menjadi masalah, tetapi akan menjadi masalah di project-project yang ada menetapkan spesifikasi bahan.

 

Cara Mengukur TCT dan BMT

Ketebalan suatu material baja ringan merupakan salah satu hal yang penting diketahui, karena terdapat 2 (dua) peranan penting yang menentukan ketebalan masing-masing material baja ringan tersebut yaitu ketebalan pelat dan ketebalan coating.

  1. Ketebalan Pelat

Ketebalan pelat berkaitan dengan kemampuan suatu profil atau produk untuk menahan muatan-muatan yang bekerja. Apabila beban-beban tersebut tebalnya tidak sesuai dengan perincian (perhitungan arsitek), maka profil akan mengalami tekanan yang sangat besar.

Ketebalan pelat ini adalah ketebalan baja dasarnya saja atau bisa diukur dalam BMT (Base Metal Thickness). Biasanya ketebalan tersebut diukur dalam satuan milimeter.

  1. Ketebalan Coating

Berbeda dengan ketebalan pelat, ketebalan coating ini berkaitan dengan kemampuan sebuah profil atau produk terhadap ketahanannya terhadap korosi atau karat. Ketebalan dalam lapisan coating ini akan menjaga struktur baja dasarnya.

Ketebalan sebuah coating bisa kamu ukur dalam satuan mm (milimeter) atau dalam satuan berat per m2 dalam setiap susunannya.

 

Untuk mengetahui berapa ketebalan coating yang akan digunakan, bisa menggunakan 2 (dua) metode untuk mengukurnya yaitu metode satuan panjang dan metode satuan berat persatuan luas.

  1. Pengukuran Berdasarkan Panjang

Ketika menggunakan metode pengukuran berdasarkan panjang, satuan yang digunakan adalah milimeter atau micron. Dimana satuan ini biasanya digunakan oleh TCT untuk mengukur ketebalan. Untuk mengetahui ketebalan coating, cara menghitungnya adalah TCT dikurangi dengan BMT.

Ketebalan Coating = TCT – BMT

Contoh:

Tebal pelat dengan label AZ-150 dengan TCT sebesar 0.85 mm dan BMT sebesar 0.80 mm.

Ketebalan Coating = 0.85 mm – 0.80 mm = 0.05 mm atau 50 (dalam satuan micron)

  1. Pengukuran Berdasarkan Berat 

Metode kedua adalah dengan menggunakan pengukuran yang berdasarkan berat. Pengukuran ketebalan berdasarkan berat mencakup baja ringan yang dilindunginya. Pada umumnya menggunakan satuan gram per meter persegi (g/m2).

Contoh:

Sebuah coating dengan label AZ-150 adalah coating bahan baku bernama CRC yang memiliki berat lapisan 150 gram/m2.