Proses Pembuatan Atap Galvalum

Proses Pembuatan Atap Galvalum

Atap Galvalum adalah material atap modern hasil campuran aluminium (55%), seng (43,5% – 44%), dan silikon (1% – 1,5%) yang dikenal kuat, anti karat, ringan, dan tahan korosi. Umum digunakan untuk gudang industri dan perumahan, atap ini mudah dalam pemasangan, ekonomis, serta tahan lama.

Sebelum sampai pada customer, atap galvalum memiliki proses panjang dalam pembuatannya, Berikut adalah proses pembuatan atap galvalum, mulai dari tahap ekstraksi bahan mentah, tahap pelapisan dan pembentukan (Roll Forming):

 

  1. Pengadaan dan Peleburan Bahan Mentah

Proses dimulai dengan penambangan bahan baku utama seperti bijih besi, alumunium, dan seng. Bahan-bahan ini kemudian dibawa ke pabrik baja untuk dilebur dalam tungku tinggi dengan suhu ekstrem mencapai lebih dari 1.500°C untuk membentuk besi cair.

Ilustrasi: Peleburan dan Pencampuran

(Sumber: Ant Rozetsky di Unsplash)

 

  1. Konversi Besi Menjadi Baja

Besi cair hasil peleburan kemudian diolah menjadi baja melalui beberapa tahap pemurnian, seperti:

  • Penghilangan karbon dan gas-gas berbahaya.
  • Penambahan elemen paduan seperti mangan dan nikel untuk mencapai sifat baja yang diinginkan.
  • Proses ini biasanya menggunakan teknik seperti konverter oksigen (blast furnace) atau proses elektrik.

 

  1. Pengecoran dan Pembentukan Lembaran

Setelah menjadi baja cair, material tersebut dicor menjadi plat baja. Plat-plat ini kemudian masuk ke tahap penggulungan (rolling) untuk diubah menjadi lembaran baja tipis dan dipotong sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Untuk meningkatkan kekuatannya, baja juga dapat menjalani perlakuan panas (heat treatment) melalui proses pendinginan cepat atau lambat.

Proses Pembentukan Plat Baja

(sumber: youtube, wocomoDOCS)

Proses 1 sampai 3 dilakukan oleh prodsen HRC dan CRC, CRC atau Cold Rolled Coil merupakan bahan dasar untuk pembuatan material Galvalum.

 

  1. Proses Pelapisan Galvalum (Continuous Hot-Dip Coating)

Ini adalah tahap paling krusial yang membuat material ini disebut “Galvalum”. Lembaran baja dilewatkan melalui bak logam cair bersuhu tinggi menggunakan metode pencelupan panas secara kontinu (continuous hot-dip coating).

Cairan pelapis tersebut terdiri dari matriks paduan:

  • 55% Aluminium (untuk ketahanan korosi).
  • 43,5% Seng (untuk perlindungan katodik/kekuatan).
  • 1,5% Silikon.

Komposisi Lapisan Galvalum

(sumber: Koba Metal Indonesia)

Proses ini menciptakan ikatan metalurgi yang membuat baja menjadi sangat tahan terhadap karat dan cuaca ekstrem. Beberapa produk juga diberikan lapisan tambahan berupa cat untuk nilai estetika.

 

  1. Pengujian Kualitas dan Pembentukan Akhir

Sebelum dibentuk menjadi atap, lembaran galvalum harus melewati pengujian kualitas yang ketat, termasuk uji kekuatan dan ketahanan korosi.

Proses 4 dan 5 dilakukan oleh produsen coil galvalum, komposisi lapisan galvalum berdasarkan standar SNI Bj LAS.

 

  1. Roll Forming

Ini adalah proses yang terjadi di PT KOBA METAL INDONESIA, proses pembentukan coil galvalum menjadi produk Atap atau Baja Ringan.

Proses Pembentukan Atap KOBAtrim 1035

(sumber: Factory Koba Metal Indonesia)

  • Rolling (Pembentukan Gelombang): Lembaran dibentuk menjadi profil tertentu seperti gelombang spandek, trimdek atau boltless roofing.
  • Pemotongan: Pemotongan dilakukan dengan presisi tinggi sesuai ukuran pesanan customer.
  • Pengiriman: Produk akhir siap dikirim dan didistribusikan ke proyek-proyek konstruksi.

Dengan mengikuti langkah-langkah yang terkontrol ini, atap galvalum yang dihasilkan memiliki karakteristik ringan, efisien biaya, dan memiliki daya tahan tinggi untuk berbagai jenis bangunan.